Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Sabtu, 14 Maret 2020

Sembilan Kelurahan di Kecamatan Kawalu Siap Menjadi Kelurahan BERSINAR

https://tasikmalayakota.bnn.go.id, Tasikmalaya - Jumat (13/3) bertempat di Kantor Kelurahan Cilamajang Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, BNN Kota Tasikmalaya yang di wakili oleh Kepala Seksi P2M Deni Haryanto, S.Sos., M.Si melakukan koordinasi dengan Ketua Forum Lurah Kecamatan Kawalu dan perwakilan Lurah di wilayah Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya untuk menuju kelurahan Bersinar (Bersih Dari Narkoba), selain melakukan koordinasi agenda hari ini (13/3) penyerahan 9 (sembilan) buah SK Relawan Anti Narkoba menuju Kelurahan Bersinar di 9 Kelurahan di wilayah Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya.Deni sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pihak yang sudah membantu dalam hal mewujudkan cita-cita menjadikan Kota Tasikmalaya ini menjadi Kota yang Bersinar dikemudian hari. "Alhamdulillah hari ini (13/3) koordinasi dgn Ketua Forum Lurah dan perwakilan Lurah di wilayah Kecamatan Kawalu serta penyerahan 9 (sembilan) buah SK Relawan Anti Narkoba menuju Kelurahan Bersinar pada 9 Kelurahan di wilayah Kawalu, dan saya berharap Kelurahan/Kecamatan lain juga kedepannya dapat segera mendeklarasikan wilayahnya dengan Bersinar (Bersih Dari Narkoba)" kata Deni.Sebelum meninggalkan lokasi penyerahan SK Relawan Anti Narkoba di 9 kelurahan ini, Deni juga berharap SK ini bukan hanya sebagai simbol semata, tetapi harus di jalankan sebagaimana mestinya. "Tentunya saya berharap kedepannya dan selamanya SK Relawan Anti Narkoba menuju Keluraham bersinar ini bukan hanya ceremonial semata, melainkan apa yang tertuang di dalam SK tersebut di jalankan dengan baik dan dengan sebagaimana mestinya" tutup Deni sebelum meninggalkan tempat.(Satria)Editor: Deni Haryanto, S.Sos., M.Si


Kamis, 5 Maret 2020

MA Persis Cempakawarna Kota Tasikmalaya Siap Menjadi Sekolah BERSINAR

https://tasikmalayakota.bnn.go.id/, Tasikmalaya - BNNK Tasikmalaya kembali mengadakan kegiatan Diseminasi Informasi Melalui Talkshow kepada siswa-siswi MA Persis Cempakawarna Kota Tasikmalaya pada Kamis (5/3), bertempat di Aula Kesbangpol Kota Tasikmalaya Puluhan siswa-siswi yang menjadi peserta pada kegiatan tersebut mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh semangat dan antusias.Yang bertindak menjadi narasumber pada kegiatan kali ini ialah Kepala Seksi P2M BNNK Tasikmalaya, Deni Haryanto, S.Sos., M.Si dan Dokter TMC Singaparna dr. Gina Desyari. Deni membuka kegiatan dengan menyampaikan bahwa kondisi dari kasus narkoba yang ada di Tasikmalaya ini sudah pada level yang cukup menyedihkan. "Selama saya bekerja di BNNK Tasikmalaya, karir saya diawali ini menjadi Kasi Rehabilitasi dan saat menjadi kasi rehabilitasi selama 3 tahun tersebut saya sangat terkejut dengan jumlah dari tingkat penyalahguna narkotika yang ada di Tasikmalaya ini, karena data yang kami miliki masih cukup banyak penyalahguna narkoba yang didominasi oleh para pelajar dan remaja yang memiliki rentan usia 15-25 tahun" Kata Deni.Lebih lanjut Deni juga menyampaikan bahwa penyalahguna narkotika itu bukan hanya dari kalangan pria tapi juga ada yang berasal dari kaum perempuan. "Pada saat ini penyalahguna narkoba tidak dapat diukur dari di jenis kelamin, karena banyak sekali kasus perempuan yang terjerumus kedalam situasi yang mengerikan tersebut, lebih parahnya lagi selain dipaksa untuk menjadi penyalahguan narkoba para kaum wanita inipun 'dimanfaatkan' tubuhnya saat dimana kondisi perempuan tersebut sedang tidak sadar" lanjut Deni."Saya nitip ya untuk kalian (peserta) agar selalu awere terhadap lingkungannya, mulailah pandai dalam memilih teman dan pergaulan, terutama untuk yang perempuan nih, jangan sampai kalian terjerumus kedalam permasalahan narkoba, karena bukan cuman kesehatan yang akan terganggu tapi jiwa kalian juga akan sangat terganggu nantinya dan saya juga menginginkan jika kalian menemukan hal yang dianggap mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan narkoba, cepat hubungi kami (BNN) lewat apapun, mau SMS, Telepon, WA, Website, Instagram bahkan kalau mau berkunjung ke kantor kami (BNN) pun mangga" ucap Deni.Sebelum meninggalkan tempat kegiatan Deni memaparkan tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah supaya para peserta dapat menambah pengetahuan tentang bahaya dari Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba yang diakhiri dengan menyampaikan kembali informasi yang didapat pada kegiatan kali ini di lingkungan sekolah MA Persis Cempakawarna Kota Tasikmalaya agar kelak dapat menjadi sekolah yang bersih dari Narkoba (BERSINAR). (Satria)BNNK Tasikmalaya kembali mengadakan kegiatan pada Kamis Tanggal (5/3), kegiatan tersebut ialah Diseminasi Informasi Melalui Talkshow kepada siswa-siswi MA Persis Cempakawarna Kota Tasikmalaya, bertempat di Aula Badan Kesbangpol Kota Tasikmalaya Puluhan peserta yang terdiri dari Perwakilan siswa-siswi MA Persis Cempakawarna Kota Tasikmalaya mengikuti jalannya kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan antusias. Yang bertindak menjadi narasumber pada kegiatan kali ini ialah Kepala Seksi P2M BNN Kota Tasikmalaya, Deni Haryanto, S.Sos., M.Si dan Dr. Gina Desyari, Dosen Universitas Respati Tasikmalaya. Deni membuka kegiatan dengan menyampaikan bahwa kondisi dari kasus narkoba yang ada di Tasikmalaya ini sudah pada level yang cukup menyedihkan. “selama saya bekerja di BNNK Tasikmalaya awalnya menjadi Kasi Rehabilitasi, saat menjadi kasi rehabilitasi selama 3 tahun saya sangat terkejut dengan data yang kami (BNN) miliki bahwa tingkat penyalahguna narkotika yang ada ditasikmalaya ini cukup banyak dan masih didominasi oleh para pelajar dan remaja yang memiliki rentan usia 15-25 tahun” Kata Deni. Lebih lanjut Deni juga menyampaikan bahwa penyalahguna narkotika itu bukan hanya dari kalangan pria tapi juga ada di antara mereka yang perempuan. “Pada saat ini penyalahguna narkoba tidak membeda bedakan jenis kelamin, banyak sekali kasus perempuan yang terjerumus kedalam situasi yang mengerikan tersebut, lebih parahnya lagi selain dipaksa untuk menjadi penyalahguna narkoba tidak jarang para kaum wanita inipun di lecehkan secara sexual saat kondisi perempuan tersebut sedang tidak sadar” lanjut Deni. “Saya nitip ya untuk kalian (peserta) agar selalu waspada terhadap lingkungannya, mulailah pandai dalam memilih teman, lingkungan dan pergaulan, terutama untuk yang perempuan nih, jangan sampai kalian terjerumus kedalam permasalahan narkoba, karena bukan cuman kesehatan yang akan terganggu tapi jiwa kalian juga akan sangat terganggu nantinya dan saya nitip jika kalian menemukan hal yang dianggap mencurigakan terutama yang berkaitan dengan narkoba, cepat hubungi kami ya lewat apapun, mau SMS, Telepon, WA, Website, Instagram bahkan kalau mau berkunjung ke kantor kami (BNN) pun sangat kami tunggu” ucap Deni. Sebelum meninggalkan tempat kegiatan Deni memaparkan tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah Agar para peserta dapat menambah pengetahuan tentang bahaya Penyalahgunaan Narkoba serta dapat menyampaikan kembali informasi tentang P4GN dan Bahaya Narkoba di lingkungan sekolah MA Persis Cempakawarna Kota Tasikmalaya agar menjadi sekolah yang bersih dari Narkoba (BERSINAR). (Satria)Editor: Ridwan JS  


Rabu, 4 Maret 2020

Diseminasi Informasi Melalui Talkshow Untuk MAN 2 Kota Tasikmalaya BERSINAR

https://tasikmalayakota.bnn.go.id/, Tasikmalaya - Rabu (4/3) bertempat di Aula Kantor Kesbangpol Kota Tasikmalaya telah dilaksanakan kegiatan Diseminasi Informasi Melalui Talkshow kepada siswa-siswi MAN 2 Kota Tasikmalaya, yang menjadi Narasumber pada kegiatan kali ini ialah Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kota Tasikmalaya, Deni Sarif Sarjani, SE., MM dan Dokter RSUD dr Soekarjo Kota Tasikmalaya, dr. H. Sri Dewi Widayanti, selain menjadi dokter di RSUD dr Soekarjo Kota Tasikmalaya dr. Sri juga menjadi Dokter penanggung jawab Klinik Pratama Rehabilitasi BNN Kota Tasikmalaya.Puluhan pelajar dari MAN 2 Kota Tasikmalaya ini sangat antusias dan penuh semangat saat para Narasumber memberikan materi mengenai  pemahaman bahaya narkoba dan juga pemahaman HIV-AIDS, Deni Syarif selaku Kasi Pemberantasan menghimbau  kepada para peserta untuk tidak menyentuh yang namanya narkoba apalagi sampai menjadi pengedar barang haram tersebut "saya memnginginkan untuk semua yang ada disini agar selalu waspada dengan yang namanya narkoba, karena efek dari narkoba itu sangat membahayakan" kata DS sapaan Kasi Pemberantasan BNN Kota Tasikmalaya.Lebih lanjut Deni Syarif menegaskan bahwa pilihan dari orang yang ingin berdekatan dengan narkoba ialah penjara, rumahsakit/tempat rehabilitasi dan kuburan (meninggal). "Saya tidak mau bertemu lagi dengan kalian (peserta) di saat kalian sedang terdandung permasalahan yang berkaitan dengan narkoba, karena saya adalah orang yang akan membinasakan para pengedar dan bandar narkoba, jadi jangan pernah macam-macam ya dengan narkoba" tegas DS.Sedangkan dr.Sri memaparkan bahwa narkoba, HIV dan Aids ini sangat berkaitan, tidak jarang orang-orang yang menggunakan narkoba secara rutin, apalagi sampai menggunakan narkoba yang memerlukan media alat suntik, "menggunakan narkoba itukan ada berbagai macam caranya, pak Deni (Kasi Pemberantasan) lebih paham, tapi secara medis jika menggunakan jarum suntik bekas oranglain, dalam artian jarumnya sudah tidak steril karena bekas dipakai oleh oranglain yang mungkin mengidap suatu penyakit dan kemungkinan menularnya penyakit itu menjadi lebih besar" ungkap dr. Sri.Agar terhindar dari gangguan medis terutama yang disebabkan oleh narkoba dan obat-obatan terlarang, dr. Sri mengajak para peserta untuk lebih bijak dalam membeli dan menggunakan obat. "Saya mengajak kepada yang ada disini untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan obat, kalau sakit boleh ke dokter minta resep, beli sesuai resep dan konsumsi sesuai dengan aturannya" lanjut dr. Sri.DS juga menyampaikan semoga kegiatan kali ini dapat menambah pengetahuan tentang bahaya Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, memahami serta mengerti tentang efek dan dampak penyalahgunaan narkoba, yang dilanjutkan dengan menyampaikan kembali informasi tentang P4GN dan Bahaya Narkoba di lingkungan sekolah MAN 2 Kota Tasikmalaya."Agar MAN 2 Kota Tasikmalaya bersih dari Narkoba (BERSINAR), maka harus selalu berkomitmen, konsisten, dan Konsekuen dalam melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, peredaran gelap narkoba di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat, dan juga tidak segan untuk menemui kami (BNN) juga ada hal yang berkaitan dengan narkoba" tambah DS."Lebih lanjut selain pembahasan mengenai narkoba, kegiatan ini juga harapannya untuk meningkatkan pemahaman dalam mencegah dan menanggulangi HIV-AIDS serta Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS)" tutup dr. Sri kepada penulis. (Satria)  


Senin, 2 Maret 2020

Diseminasi Informasi Melalui Talkshow, Untuk Sekolah Di Kota Tasikmalaya BERSINAR

Tasikmalaya – Senin (2/3) bertempat di Aula Kesbangpol Kota Tasikmalaya.telah dilaksanakan kegiatan Diseminasi Informasi Melalui Talkshow kepada siswa siswi SMA Negeri 4 Tasikmalaya, puluhan peserta yang terdiri dari jajaran OSIS di SMAN 4 Kota Tasikmlaya turut hadir menjadi peserta pada kegiatan kali ini.Kepala Tasikmalaya Tuteng Budiman., M.Si dan H. Giman. S.Sos bertindak sebagai narasumber pada kegiatan kali ini, para narasumber menyampaikan pentingnya kegiatan seperti ini dilakukan khususnya bagi para pelajar, karena hal tersebut bisa membuat para peserta yang ada untuk lebih perhatian dengan yang namnaya narkoba, baik jenis samapai ke dampak dari penyalahgunaannya."Kita tidak akan letih untuk menyampaikan bahwa narkoba itu merupakan hal yang sangat tidak baik, terutama bagi para generasi penerus bangsa seperti kalian ini, selain dapat merusak pola pikir, narkoba juga dapat mengganggu kesehati dari penyalahgunanya" Kata Tuteng.Lebih lanjut Tuteng berpesan agar para peserta dapat memahami apa yang kita (BNN) sampaikan mengenai pencegahan pembarantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba khusunya di kalangan remaja, karena apa yang dikerjakan oleh BNN Kota Tasikmalaya ini baik pada seksi rehabilitasi maupun pemberantasannya tidak jarang menemukan para pelajar/usia remaja yang menjadi penyalahguna maupun pengedar narkoba." Dari 25 Orang yang kita rehabilitasi masih banyak anak anak remaja yang menjadi korban dari penyalahguna narkoba, tentunya ini akan selalu menjadi atensi dari BNN, karena kita ingin generasi penerus bangsa ini sehat dari jerat narkoba, khususnya para remaja yang ada ditasikmalaya ini" tambah Tuteng.Tuteng juga menyampaikan tujuan dari dilakukannya kegiatan kali ini ialah agar para peserta dapat menambah pengetahuan tentang bahaya Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba, memahami dan mengerti tentang efek.dan dampak penyalahgunaan Narkoba, dapat menyampaikan kembali informasi tentang P4GN dan Bahaya Narkoba di lingkungan sekolah SMA Negeri 4 Kota Tasikmalaya Kota agar bersih dari Narkoba (BERSINAR), harus merubah pola pikir (mindset) bahwa untuk gaul itu tidak boleh menenggak miras, melakukan tindak kejahatan dan mendekati yang namanya narkoba. "Jika para remajanya jauh dari bahaya penyalahgunaan narkoban insyaallah Kota Tasikmalaya akan menjadi Kota yang BERSINAR (Bersih Dari Narkoba).(Satria)  


Senin, 2 Maret 2020

SMPN 4 Kota Tasikmalaya Siap Menjadi Sekolah Yang Bersinar

https://tasikmalayakota.bnn.go.id/, Tasikmalaya - Senin (2/3) bersama Sobat Asik (Sosialisasi Sahabat Anak Kota Tasik) telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi pencegahan pembarantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN)  di lingkungan Sekolah SMPN 4 Kota Tasikmalaya, yang menjadi narasumber pada kegiatan kali ini ialah dr. Sarwono dari Dinas Kesehatan, Penyuluh Ahli Pratama P2M, Kusno Prayitno, AMK., SKM dan Yuli Mayashopa dari Dinas DPPKBP3A Kota Tasikmalaya.Ratusan peserta kegiatan sosialisasi yang didominasi oleh para siswa dan siswi ini sangat antusias saat para narasumber melakukan paparannya di lapangan SMPN 4 Kota Tasikmalaya, panasnya cuaca tidak menyurutkan semangat para peserta kegiatan ini, seperti yang di ungkapkan oleh Bayu Siswa kelas VIII di SMPN 4 Kota Tasikmalaya. "Justru saya mah senang kang, gakerasa panas juga soalnya sosialisasi sekrang temanya sangat menarik bagi saya yang sedang ingin tau apa sih narkoba itu" Kata Bayu.Pada paparannya Kosno mengingatkan pentingnya pendidikan narkotika terutama pada masa remaja seperti peserta saat ini, karena usia remaja ini sangat rentan dengan penyalahgunaan narkoba. "Saya disini selain mewakili BNN juga sebagai tetangga dekat dari SMPN 4 sangat memperhatiakan terhadap tingkahlaku dan pergaulan para siswa dan siswi disini, dan saya tidakmau ada masyarakat dari SMPN 4 Kota Tasikmalaya apalagi para pelajarnya yang terpapar bahayanya narkoba" tutur Kusno.Sebelum meninggalkan tempat sosialisasi Kusno sempat menyinggung, semoga kehadirannya di SMPN 4 Kota Tasikmalaya ini dapat menambah pengetahuan peserta giat tentang bahaya Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, memahami dan mengerti tentang efek dan dampak penyalahgunaan Narkoba, dan mengerti bila ada kawan, sodara atau keluarganya ada yang terpapar bahanyanya penyalahgunaan narkoba untuk segara melapor ke Kantor BNN Kota Tasikmalaya adar SMPN 4 Kota Tasikmalaya dapat menjadi sekolah BERSINAR (Bersih dari Narkoba).(Satria)


Senin, 4 November 2019

Menghadiri Undangan UKM KAN UNSIL, BNNK Tasikmalaya Mensosialisasikan P4GN dan Bahaya Narkoba

http://tasikmalayakota.bnn.go.id, Sabtu Tanggal 2 November 2019 Badan Narkotika Nasional Kota Tasikmalaya menghadiri undangan untuk menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) yang di adakan oleh UKM Kader Anti Narkoba (KAN) Universitas Siliwangi.Kegiatan sosialisasi P4GN tersebut dilaksanaan di Aula Kelurahan Cilembang Kota Tasikmalaya dan dihadiri oleh puluhan anggota karang taruna dan warga masyarakat kelurahan Cilembang, Plh Kasi P2M BNN Kota Tasikmalaya, Ridwan Jumiarsa Soewardy., A.M.,Kep yang bertindak sebagai narasumber pada kegiatan tersebut bertukar pikiran dan shareing mengenai pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran dalam upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).“mari kita sama sama mengkampanyekan dan mensosialisasikan mengenai P4GN dan bahaya narkoba bersama-sama, karena ini merupakan tugas dan tanggung jawab dari kita semua, ayo kita mulai dari diri kita sendiri dan orang orang terdekat kita” tutur kang Iwan sapaan akrap Ridwan Plh Kasi P2M BNNK Tasikalaya.selain itu Ridwan juga menyampaikan jika ada penyalahguna dan peredaran gelap narkoba segera lapor ke BNN akan di tindak lanjuti, bila pengguna akan di rehabilitasi serta para pengedar/bandar akan di pidanakan sesuai dengan undang – undang 35 Tahun 2009.“Bila ada penyalahguna, lapor ke kita Insyaallah akan kita bantu pemulihannya melalui rehabilitasi rawat jalan, bila tingkat penyalahgunaannya sudah berat maka kita akan bantu rujuk ke Balai Besar Rehabilitasi BNN RI di Lido Jawa Barat untuk melaksanakan rehabilitasi rawat inap, baik rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap tidak di pungut biaya (GRATIS)” ungkap Narumber“bila di daerah sekitar sekitar ada indikasi peredaran gelap narkoba, maka silahkan melapor ke kami untuk ditindaklanjuti, rahasia pelapor dan saksi di jamin kerahasiaannya oleh Negara dan Undang-Undang” ujar Ridwan sebelum menutup kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN).(sat) 


Sabtu, 18 Januari 2020

Menghadiri Undangan Mahasiswa KKN Unsil, BNNK Tasikmalaya Berharap Desa Purwaharja Menjadi Desa Yang Bersinar

http://tasikmalayakota.bnn.go.id, Purwaraharja - Badan Narkotika Nasional Kota Tasikmalaya menghadiri undangan Sosialisasi Bahaya Narkoba dari Mahasiswa Unsil yang sedang mengadakan kegiatan KKN di Desa Purwaraharaja Kecamatan Bojonggambir Kabuaten Tasikmalaya, kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan pelajar baik pelajar MA/MTS, yang bertindak sebagai narasumber ialah penyuluh narkoba BNNK Tasikmalaya Kusno Prayitnio., SKM.

Kusno menegaskan jangan sekali-kali tergiur dengn yang namanya narkoba, ‘jika kalian (peserta) sudah terjerumus dengan jeratan narkoba, maka kalian akan susah untuk keluar dari jeratan tersebut, jika sudah terjerumus (narkoba) hanya ada tiga pilihan yaitu penjara, rehabilitasi atau kuburan (meninggal)’ tutur Kusno.

‘Tapi jika ada tetangga, teman, saudara atau bahkan diri anda sendiri sudah terlanjur menjdi pecandu/penyalahguna narkoba bisa datang ke kantor BNNK Tasikmalaya, pecandu atau penyalahguna yang datang dengan kemauan dan kesadaran dirisendiri tidak akan ditindak secara hukum, serta layanan rehabilitasi rawat jalan tidak akan dipungut biaya sepeserpun (gratis)’ tegas Kosno.

Taufiq Hidayat Siswa Mts Mangonsari menuturkan bahwa kehadiran BNN ke Desa Purwarahaja ini sangat penting untuk menambah pengetahuan kita mengenai Bahaya Narkoba

Sementara menurut Silvia Inriyani yang bersekolah di MTS Al-Fadlliyah memberikan tanggapan yang hamir sama dengan taufiq. ‘Alhamdulillah kita kedatangan BNN, dimana pada kegiatan kali ini kita bisa menambah wawasan serta pengalaman kita mengenai narkoba dan BNN’ tutur Silvia.

Sebelum menutup paparannya Kusno berpesan kepada para peserta untuk bahu membahu menjadikan desa Purwaharja menjadi Desa yang Bersih dari Narkoba (Desa BERSINAR). (Satria)


Sabtu, 14 September 2019

BNNK Tasikmalaya Menggelar Sosialisasi di Kampus UBSI Tasikmalaya

https://tasikmalayakota.bnn.go.id/, - Tasikmalaya 14 september 2019 Pukul 10.00 Wib s/d Selesai telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pembarantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) pada kegiatan Orientasi Akademik dan Seminar Motivasi Mahasiswa Baru UBSI.Yang bertindak sebagai Narasumber pada kegiatan Sosialisasi kali ini adalah, Plh Kasi P2M, Ridwan Jumiarsa S. A.M., Kep dan penyuluh Pratama BNNK Tasikalaya Kusno Prayitno., SKM, yang mengikuti kegiatan kali ini yaitu seluruh mahasiswa baru UBSI Tasikmalaya yang berjumlah 150 Mahasiswa baru USBI Tasikmalaya.Point-point yang Narasumber sampaikan dan Narasumber berharap para Mahasiswa baru UBSI Tasikmalaa dapat menangkap dan mengimplementasikan point-point tersebut, berikut adalan point-point yang Narasumber sampaikan:1.peserta kegiatan memperoleh pengetahuan tentang bahaya Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, memahami dan mengerti tentang efek dan dampak penyalahgunaan Narkoba.2.Dapat menyampaikan kembali informasi tentang P4GN dan bahaya narkoba ke keluarga maupun lingkungan sekitarnya agar bersih dari narkoba. (Satria)


Senin, 16 Desember 2019

Antusiasme Siswa SMPN 8 Tasikmalya, Awal Untuk Menjadi Sekolah BERSINAR

http://tasikmalayakota.bnn.go.id, Tasikmalaya - (16/12) telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba kepada siswa dan siswi SMP Negeri 8 Tasikmalaya Kota Tasikmalaya, yang bertindak sebagai narasumber pada kegiatan kali ini adalah Kasi P2M BNN Kota Tasikmalaya, Deni Haryanto, S.Sos., M.Si dan Perawat Rehabilitasi BNN Kota Tasikmalaya, Ridwan Jumiarsa Soerwardy, AMK.Ratusan siswa dan siswi dari mulai kelas VII,Vlll dan lX SMP Negeri 8 Tasikmalaya Tasikmalaya sangat antusias memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaian oleh narasumber dari BNNK Tasikmalaya, para peserta inipun tak sungkan untuk menanyakan hal-hal yang mereka tidak ketahui menenai markoba, baik arti dari narkoba, efek dan akibat yang ditimbulkan oleh narkoba, hingga bagaimana proses pemulihannya bila sudah terjerumus sebagai penyalahguna narkoba.Kasi P2M BNNK Tasikmalaya menyampaikan usia remaja seperti SMP ini sangat rentan dengan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, Denipun mengingatkan kepada peserta untuk tidak coba-coba bergaul dengan yang kaitan dengan narkoba.“Ingat usia seperti kalian (peserta) ini sangat rawan tergiur dengan yang namanya barkoba, baik dari sisi penyalahguna maupun sisi peredaran gelap narkoba itu sendiri, jadi jaga ya pergaulan kalian, jangan sampai salah gaul apaligi kalau pergaulan itu membawa kalian kedaam hal-hal yang buru” tutur Deni.Paparan yang disampaikan oleh Ridwan yang kebih menitik beratkan dampak dari narkoba yang timbulkan bagi tubuh, baik seara fisik maupun secara psikis “saya sering bertemu dengan para penyalahguna narkoba, hal yang saya ingin sampaikan disini bahwa tidak ada sisi positif yang ditimbulkan dari narkoba, dampaknya bagi tubuh jan jiwa sangatlah buruk, ka jauhi narkoba untuk kesehatan dan juga masadepan kalian” ungkap Ridwan.Deni menyampaikan kepada penulis tujuan dari kegiatan ini ialah agar para Peserta kegiatan memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran dalam upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) dan para pesertapun Selalu senantiasa melalukan pencegahan, dalam hal yang terkait tentang narkoba, khususnya untuk diri sendiri, keluarga, dan masyrakat agar selalu waspada terhadap penyalahgunaan peredaran gelap narkoba.“semoga kaliam semua bisa lebih meningkat kepedulian dan kewaspadaan jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan sekolah agar segera melaporkan kepada kepala sekolah maupun ke aparat yang terdekat ataupun langsung ke BNN Kota Tasikmalaya, kita semua harus  mewujudkan SMP 8 Negeri Kota Tasikmalaya menjadi sekolah yang BERSINAR (Bersinar dari Narkoba)” tutup Deni.(Satria)    


Senin, 24 Februari 2020

Rapat Kerja Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Instansi Pemerintah, Demi Mewujudkan Kota Tasikmalaya BERSINAR

https://tasikmalayakota.bnn.go.id/, Tasikmalaya - Selasa Tanggal (18/02) Bertempat di aula Hotel Crown Kota tasikmalaya BNN Kota Tasikmalaya Melaksanakan Rapat kerja Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Instansi Pemerintah Kota Tasikmalaya, kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan Perwakilan Dinas OPD se-Kota Tasikmalaya,  dan Camat se-Kota Tasikmalaya, yang bertindak sebagai narasumber pada kegiatan kali ini ialah Kepala Tasikmalaya Tuteng Budiman., M.Si, Kasi Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba, Deni Syarif Sarjani, SE., MM, Kasi P2M BNN Kota Tasikmalaya, Deni Haryanto, S.Sos. M.Si.Tuteng selaku Kepala BNNK Tasikmalaya menyampaikan Kebijakan tentang pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta pelaksanaan Inpres No 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. untuk melaksanakan P4GN. pencegahan, antara lain: sosialisasi bahaya narkoba, melaksanakan tes urine di setiap lingkungan Instansi serta pembentukan satuan tugas narkoba di lingkungan Instansi masing masing."Maka dari itu Kami (BNNK Tasikmalaya) mengharapkan adanya kerjasama dengan semua pihak khususnya para dinas-dinas yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya dalam mewujudkan cita-cita kita menjadikan Kota Tasikmalaya ini Kota yang BERSINAR (Bersih Dari narkoba)" Kata Tuteng.Hal senada juga di katakan oleh Kasi Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba,Deni Sarif Sarjani, Desys  mengharapkan agar dapat terciptanya keselarasan dalam melaksanakan kegiatan P4GN di lingkungan Instansi Pemerintah Kota Tasikmalaya sangat diperlukan sinergitas dari setiap stakeholder yang ada di Kota Tasikmalaya."Melanjutkan apa yang dikatakan Bapak Kepala, emang betul kita tidak bisa mewujudkan segala sesuatu yang berkenaan dengan narkotika sendirian, sangat diperlukannya dukungan dari berbagai macam pihak termasuk dengan para peserta yang hadir pada rapat kali ini, maka dari itu kita mengundang saudara-saudara pada kegiatan kali ini bertujuan untuk mempererat kerjasama yang sudah terjalin antara BNN dengan Pemda/Pemkot" Tambah Desys sapaan kasi Pemberantasan BNNK tasikmalaya.Deni selaku Kasi P2M BNN Kota Tasikmalaya, menyampaikan perlu adanya aksi nyata dalam menjalankan Inpres No 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika dari setiap stakeholders guna terwujudnya Kota Tasikmalaya bebas dari bahaya Narkoba, serta untuk pelaporan kegiatan RAN Inpres 06 tahun 2018 P4GN yang diantaranya sosialisasi P4GN."Semoga kita semua yang ada dini dapat mengimplementasikan keningin dari Presiden kita yang ada di dalam Inpres No 6 Tahun 208 serta dan juga dapat mewujudkan Kota Tasikmalaya ini menjadi Kota yang BERSINAR dan jauh dari ancaman bahaya narkotika" Tutup kang Deni. (Satria)


Terkini


Kamis, 6 Februari 2020

BNN Kota Tasikmalaya Melampaui Target Dalam Pencapaian Tahun 2019

Tasikmalaya - Senin (30/12) BNN Kota Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Pers Release Pencapaian kinerja BNN Kota Tasikamalaya selama tahun 2019, pada kegiatan tersebut hadir puluhan rekan-rekan media yang ada di wilayah Tasikmalaya.Tuteng Budiman., M.Si, Deni Syarif Sarjani, SE., MM, Asepsaepulloh, S.Kep., Ners dan Ridwan Jumiarsa., Am.Kep menjadi narasumber pada kegiatan Pers Release, para narasumber menyampaikan capaian kinerja di seksinya selama tahun 2019 secara mendetail, Kegiatan tersebut di buka oleh Tuteng Budiman Selaku Kepala BNN Kota Tasikmalaya, ‘BNN Kota Tasikamalaya sudah Berhasil mengungkap 4 kasus peredaran gelap narkotika di wilayah Tasikmalaya, berhasil merehabilitasi 25 Orang penyalahguna narkoba, dan juga sudah melaksanakan ratusan kali kegiatan sosialisasi di berbagai elemen masyarakat dengan jumlah ribuan orang peserta sudah terpapar informasi P4GN, selain sosialisasi secara langsung ribuan konsumen dari berbagai mediapun sudah menyaksikan dan mendengar kegiatan pencegahan narkoba melalu media, baik media cetak, online maupun lewat siaran Televisi’ buka Tuteng.Deni Selaku Kasi Pemberantasan BNN Kota Tasikmalaya mengungkapkan bahwa Seksi Pemberantasan sudah bekerja melampaui target yang ada di tahun 2019.‘Target Pemberantasan yang sesuai degan anggaran tahun 2019 adalah mengungkap 1 (satu) kasus peredaran gelap Narkoba, Alhamdulillah selama Tahun 2019 kita sudah mengungkap sebanyak 4 (empat) kasus peredaran gelap narkoba yang ada di Tasikamalaya’ ungkap Deni.Deni juga menambahkan jika rekan-rekan media dan masyarakat Kota Tasikmalaya mengetahui tentang peredaran narkoba di wilayah Tasikmalaya untuk segera melaporkan kepada kami.‘Untuk rekan media dan masyarakat Tasikmalaya jangan khawatir  karena rahasia dari saksi dan pelapor akan di jaga, itu sudah menjadi amat undang-undang’ tambah Deni.Selanjutnya Ridwan yang mewakili Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN kKota Tasikmalaya menambahkan selama tahun 2019 Kecamatan Tawang dan Kelurahan Kahuripan sudah melaksanakan kegiaan Inpres No.6 Tahun 2018 mengenai optimalisasi Rencana Aksi Nasional (RAN) yang berisi tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)‘Saya cukup terkesan dengan dilaksanakannya kegiatan Inpres No.06 Tahun 2018 oleh Kecamatan Tawang dan Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang dan Kelurahan Kahuripan adalah Kecamatan dan Kelurahan yang pertama melaksanakan kegiatan Inpres No.06 Tahun 2018, Kecatamatan Tawang dan Kelurahan Kahuripan juga sudah siap untuk menjadi Kecamaan dan Kelurahan yang Bersih Dari Narkoba (BERSINAR)’ kata A Ridwan sapaan rekan media kepada Ridwan Jumiarsa.Asep selaku Kepala Seksi Rehabilitasi  menambahkan mengenai kinerja Seksi Rehabilitasi BNN Kota Tasikmaaya, yang mana Seksi Rehabiliasi sudah merehab sebanyak 25 orang dan juga sudah melayani ribuan pembuatan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba (SKHPN).‘Alhamdulillah selama Tahun 2019 Seksi Rehabilitasi BNN Kota Tasikmalaya sudah berhasil Melayani Rehabiliasi untuk 25 Orang yang terabagi kedalam berbagai macam kategori usia, jenis kelamin dan pemakaian jenis narkoba’ ujar Asep.Asep menjelaskan secara rinci kategori ke 25 orang pasien di Seksi Rehabilitasi ‘Kalau dari kategori usia sebanayak 7 orang adalah remaja, 17 orang dewasa dan 1 orang  merupakan lansia, kemudian dari jenis kelamin sebanyak 22 orang pria dan 3 orang adalah wanita, terkahir dari kategori jenis pemakaian zat narkoba sebanayak 14 orang penyalahguna ganja, 5 orang sabu, 3 orang obat-obatan dan 3 lainnya mengkomsumsi  zat narkoba’ Tambah Asep.Kemudian Tuteng memberikan rangkuman kinerja BNN Kota Tasikmalaya, ‘Alhamdulillah dari target yang diberikan kepada BNN Kota Tasimmalaya, kita bisa melampauinya’ kata Tuteng.‘sebagai contoh targetnya kita mengungkap 1 LKN (Laporan Kasus Narkotika), alhamdulillah kita bisa mengungkap 4 kasus peredaran gelap narkoba, target Rehabilitasi kita berhasil mencapainya, sebanayak 25 orang sudah kita rehabilitasi, kemudian target 94%  penyerapan anggaran kita sudah menyerap sebanayak 97% anggaran, jadi untuk tahun ini kita sudah melaluinya dengan baik, terimakasih atas bantuan pemerintah Kota Tasikmalaya, rekan-rekan media dan juga Masyarakat Kota Tasikmalaya, Kami Mengharapkan dukungan dan bantuan semua elemen masyarakat  supaya bisa lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya’ tutup Tuteng. (Satria)  


Kamis, 6 Februari 2020

BNN Kota Tasikmalaya Melampaui Target Dalam Pencapaian Tahun 2019

Tasikmalaya - Senin (30/12) BNN Kota Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Pers Release Pencapaian kinerja BNN Kota Tasikamalaya selama tahun 2019, pada kegiatan tersebut hadir puluhan rekan-rekan media yang ada di wilayah Tasikmalaya.Tuteng Budiman., M.Si, Deni Syarif Sarjani, SE., MM, Asepsaepulloh, S.Kep., Ners dan Ridwan Jumiarsa., Am.Kep menjadi narasumber pada kegiatan Pers Release, para narasumber menyampaikan capaian kinerja di seksinya selama tahun 2019 secara mendetail, Kegiatan tersebut di buka oleh Tuteng Budiman Selaku Kepala BNN Kota Tasikmalaya, ‘BNN Kota Tasikamalaya sudah Berhasil mengungkap 4 kasus peredaran gelap narkotika di wilayah Tasikmalaya, berhasil merehabilitasi 25 Orang penyalahguna narkoba, dan juga sudah melaksanakan ratusan kali kegiatan sosialisasi di berbagai elemen masyarakat dengan jumlah ribuan orang peserta sudah terpapar informasi P4GN, selain sosialisasi secara langsung ribuan konsumen dari berbagai mediapun sudah menyaksikan dan mendengar kegiatan pencegahan narkoba melalu media, baik media cetak, online maupun lewat siaran Televisi’ buka Tuteng.Deni Selaku Kasi Pemberantasan BNN Kota Tasikmalaya mengungkapkan bahwa Seksi Pemberantasan sudah bekerja melampaui target yang ada di tahun 2019.‘Target Pemberantasan yang sesuai degan anggaran tahun 2019 adalah mengungkap 1 (satu) kasus peredaran gelap Narkoba, Alhamdulillah selama Tahun 2019 kita sudah mengungkap sebanyak 4 (empat) kasus peredaran gelap narkoba yang ada di Tasikamalaya’ ungkap Deni.Deni juga menambahkan jika rekan-rekan media dan masyarakat Kota Tasikmalaya mengetahui tentang peredaran narkoba di wilayah Tasikmalaya untuk segera melaporkan kepada kami.‘Untuk rekan media dan masyarakat Tasikmalaya jangan khawatir  karena rahasia dari saksi dan pelapor akan di jaga, itu sudah menjadi amat undang-undang’ tambah Deni.Selanjutnya Ridwan yang mewakili Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN kKota Tasikmalaya menambahkan selama tahun 2019 Kecamatan Tawang dan Kelurahan Kahuripan sudah melaksanakan kegiaan Inpres No.6 Tahun 2018 mengenai optimalisasi Rencana Aksi Nasional (RAN) yang berisi tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)‘Saya cukup terkesan dengan dilaksanakannya kegiatan Inpres No.06 Tahun 2018 oleh Kecamatan Tawang dan Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang dan Kelurahan Kahuripan adalah Kecamatan dan Kelurahan yang pertama melaksanakan kegiatan Inpres No.06 Tahun 2018, Kecatamatan Tawang dan Kelurahan Kahuripan juga sudah siap untuk menjadi Kecamaan dan Kelurahan yang Bersih Dari Narkoba (BERSINAR)’ kata A Ridwan sapaan rekan media kepada Ridwan Jumiarsa.Asep selaku Kepala Seksi Rehabilitasi  menambahkan mengenai kinerja Seksi Rehabilitasi BNN Kota Tasikmaaya, yang mana Seksi Rehabiliasi sudah merehab sebanyak 25 orang dan juga sudah melayani ribuan pembuatan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba (SKHPN).‘Alhamdulillah selama Tahun 2019 Seksi Rehabilitasi BNN Kota Tasikmalaya sudah berhasil Melayani Rehabiliasi untuk 25 Orang yang terabagi kedalam berbagai macam kategori usia, jenis kelamin dan pemakaian jenis narkoba’ ujar Asep.Asep menjelaskan secara rinci kategori ke 25 orang pasien di Seksi Rehabilitasi ‘Kalau dari kategori usia sebanayak 7 orang adalah remaja, 17 orang dewasa dan 1 orang  merupakan lansia, kemudian dari jenis kelamin sebanyak 22 orang pria dan 3 orang adalah wanita, terkahir dari kategori jenis pemakaian zat narkoba sebanayak 14 orang penyalahguna ganja, 5 orang sabu, 3 orang obat-obatan dan 3 lainnya mengkomsumsi  zat narkoba’ Tambah Asep.Kemudian Tuteng memberikan rangkuman kinerja BNN Kota Tasikmalaya, ‘Alhamdulillah dari target yang diberikan kepada BNN Kota Tasimmalaya, kita bisa melampauinya’ kata Tuteng.‘sebagai contoh targetnya kita mengungkap 1 LKN (Laporan Kasus Narkotika), alhamdulillah kita bisa mengungkap 4 kasus peredaran gelap narkoba, target Rehabilitasi kita berhasil mencapainya, sebanayak 25 orang sudah kita rehabilitasi, kemudian target 94%  penyerapan anggaran kita sudah menyerap sebanayak 97% anggaran, jadi untuk tahun ini kita sudah melaluinya dengan baik, terimakasih atas bantuan pemerintah Kota Tasikmalaya, rekan-rekan media dan juga Masyarakat Kota Tasikmalaya, Kami Mengharapkan dukungan dan bantuan semua elemen masyarakat  supaya bisa lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya’ tutup Tuteng. (Satria)  


Kamis, 19 Maret 2020

Apa Itu Sabu-Sabu?

https://tasikmalayakota.bnn.go.id/, Metamfetamina (metilamfetamina atau desoksiefedrin), disingkat met, dan dikenal di Indonesia sebagai sabu-sabu, adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Obat ini dipergunakan untuk kasus parah gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi dengan nama dagang Desoxyn, tetapi juga disalahgunakan sebagai narkotika. "Crystal meth" adalah bentuk kristal dari metamfetamina yang dapat dihisap lewat pipa.Penemuan metamfetamina berawal pada tahun 1871, ketika seorang ahli farmasi Jepang bernama Nagai Nagayoshi yang sedang melakukan riset di Universitas Humboldt, Berlin. Nagoyashi berhasil mengisolasi senyawa efedrina yang berfungsi sebagai stimulan dari tumbuhan Cina, Ephedra sinica. Awalnya efedrina diharpkan dapat membantu penderita asma, tetapi perusahaan Jerman, Merck, menolak untuk memproduksi obat tersebut karena efeknya yang tidak jauh berbeda dengan adrenalin. Hal ini memicu Nagayoshi untuk meningkatkan efek efedrina dan mengembangkannya menjadi metamfetamina. Sayangnya, Nagoyashi belum dapat menemukan aplikasi praktis metamfetamina dan obat ini akhirnya sempat dilupakan.Pada tahun 1919, seorang ahli kimia Jepang lainnya yang menuntut ilmu di Berlin, Akira Ogata, berhasil menemukan proses yang lebih mudah dan cepat untuk memproduksi kristal metamfetamina. Ogata menggunakan resep efedrina dari Nagoyashi dan menambahkannya dengan fosfor merah dan iodin. Resep tersebut kemudian dibeli oleh sebuah perusahaan farmasi Inggris bernama, Burroughs Wellcome & Co dan mulai dipasarkan di Eropa sebagai obat fisiatrik (gangguan kejiwaan). Pada tahun 1934, sebuah perusahaan farmasi Jerman bernama Temmler memproduksi metamfetamina untuk konsumsi publik dengan nama dagang Pervitin. Obat tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan konsentrasi dan tingkat kesadaran.Sabu-sabu mengandung berbagai zat yang buruk bagi tubuh. Dilansir dari Medical News Today, sabu-sabu yang dibuat secara ilegal biasanya mengandung kafein tinggi, talk, dan racun lainnya. Studi mengatakan, penggunaan sabu-sabu dapat menyebabkan perubahan struktural dan fungsional pada otak yang menyebabkan gangguan emosi dan memori. Sabu-sabu memberikan efek menyenangkan pada penggunanya. Ini bisa terjadi karena saat mengonsumsi sabu-sabu, tubuh akan melepaskan neurotransmiter dopamin dalam jumlah yang besar. Dopamin merupakan zat kimia yang dapat meningkatkan motivasi, kebahagiaan, dan kemampuan motorik.Zat ini akan bekerja pada bagian otak yang menyebabkan seseorang selalu tergoda untuk mengonsumsi lebih banyak sabu-sabu. Dalam banyak kasus 'pesta sabu', para penggunanya akan berpesta dengan hanya mengonsumsi sabu-sabu selama beberapa hari tanpa makan makanan apa pun. Efek dari menggunakan sabu-sabu adalah meningkatnya perhatian, meningkatnya aktivitas, cara bicara yang cepat, penurunan nafsu makan, berkurangnya rasa lelah, kehilangan kontrol diri, dan merasa euforia. Secara fisik, orang yang menggunakan sabu-sabu akan bernapas lebih cepat, jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur, suhu tubuh meningkat, dan tekanan darah tinggi.Orang-orang yang menggunakan sabu-sabu biasanya akan mengalami gejala psikis seperti paranoid, agresif, halusinasi baik pada penglihatan maupun pendengaran, gangguan mood, dan delusi. Penyakit yang Mungkin Muncul Akibat Konsumsi Sabu-Sabu Sabu-sabu tidak dilegalkan bukan tanpa alasan. Penggunaannya memunculkan berbagai risiko. Seseorang yang mengonsumsi sabu-sabu bisa terserang penyakit tertentu yang bisa menyebabkan kondisi kronis bahkan kematian. Menurut Medical News Today, penggunaan sabu-sabu meningkatkan risiko penyakit jantung seperti nyeri dada, detak jantung abnormal, serta tekanan darah tinggi.Hal ini akan mengarah pada diseksi aorta akut, serangan jantung, atau kematian jantung mendadak bahkan saat pertama kali seseorang menggunakannya. Kandungan zat berbahaya yang ada di dalam sabu-sabu juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kerusakan gigi dan gusi. Kerusakan ini sering disebut sebagai “meth mouth” atau pembusukan gigi yang mengharuskan penderitanya mencabut giginya. Sabu-sabu juga bisa menyebabkan efek neurologis yang tidak hilang meskipun seseorang berhenti menggunakannya. Peneliti mengatakan efek jangka panjang dari penggunaanya adalah dapat menyebabkan penyakit parkinson, yakni kondisi gangguan saraf yang memengaruhi saraf gerak. Selain itu penggunaan sabu-sabu dengan suntikan juga dapat meningkatkan risiko terserang penyakit menular tertentu seperti HIV dan hepatitis.

source:
https://id.wikipedia.org/wiki/Metamfetamina
https://tirto.id/efek-sabu-sabu-bagi-kesehatan-gangguan-emosi-hingga-kematian-eh4D



Rabu, 19 Februari 2020

Rehabilitasi Narkoba

Pada saat ini indonesia sudah mengumumkan bahwa akan selalu berperang menghadapi kejahatan narkotika baik peredarannya maupun penyalahgunaannya, tren narkotika di Indonesia mengalami peninggkatkan dan hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

  • Populasi penduduk yang meningkat
  • Ekonomi yang semakin buruk
  • Kebebasan akan pergaulan, terutama yang dihadapi oleh para kaula muda di Indonesia
Dari maraknya kasus narkotika di indonesia ini pemerintah berupaya semaksimal mungkin agar tidak bertambah lagi penyalahguna, terutama di kalangan remaja, karena remaja merupakan calon pempimpin dimasa yang akan datang.Hal yang dilakukan oleh pemerintah untuk menekan jumlah penyalahguna narkoba ialah terus melakukan pencegahan dengan cara sosialisasi dan edukasi yang mendalam kepada masyarakat, jika sudah berhadapan dengan penyalahguna narkotika maka para lembaga di Negeri ini sebisa mungkin untuk merehabilitasi mereka, terutama rehabilitasi yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan, hal ini dilakukan karena para penyalahguna itu hanya korban dari gelapnya kejahatan narkotika.Rehabilitasi adalah sebuah kegiatan ataupun proses untuk membantu para penderita yang mempunyai penyakit serius atau cacat yang memerlukan pengobatan medis untuk mencapai kemampuan fisik psikologis, dan sosial yang maksimal. Sumber lain menjelaskan bahwa Rehabilitasi adalah suatu program yang dijalankan yang berguna untuk membantu memulihkan orang yang memiliki penyakit kronis baik dari fisik ataupun psikologisnya. Gangguan fisik dan psikiatrik tidak hanya memerlukan tindakan medis khusus, tetapi juga membutuhkan sikap simpatik. Disini dokter harus melakukan pendekatan yang akan membantu penderita ataupun pasien untuk mengatasi gangguan fisik atau psikiatriknya dan menyadari potensi maksimal mereka baik secara fisik, psikiatrik, dan sosial di dunia luar yang nyata. Jenis pendakatan ini semakin dikenal dan membuat rehabilitasi menjadi bidang khusus yang terpisah di banyak rumah sakit. Waktu yang akan dijalankan untuk rehabilitasi juga menentukan perbedaan perawatan antar pasien ataupun penderita, dan pengobatan rawat jalan adalah program yang sangat bermanfaat bagi para pasien di tahap awal, khususnya bagi pasien yang kecanduan atau addiction. Penderita atapun pasien yang masuk pusat rehabilitasi biasanya menderita rendah diri atau kurangnya pandangan positif terhadap kehidupan, dan oleh sebab itu psikologi dalam terapi ini memainkan peranan yang besar dalam program rehabilitasi.Rehabilitasi menurut Undang-Undang Ialah pemulihan hak seseorang dalam kemampuan atau posisi semula yang diberikan oleh pengadilan. Menurut Pasal 1 ayat 22 KUHAP yang menjelaskan bahwa rehabilitasi merupakan hak seseorang untuk mendapatkan pemulihan haknya dalam kedudukan, harkat dan martabatnya yang diberikan pada tingkat penyidikan, peradilan karena ditangkap, dituntut atau diadili tanpa alasan yang berdasarkan Undang-Undang atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan menurut cara yang diatur dalam Undang-Undang ini sendiri.Sedangkaan Departemen Sosial menjelaksan jika Rehabilitas merupakan suatu proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan para penderita cacat sanggup melakukan fungsi-fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat.Hal senada juga di ungkapkan oelh Menurut Subagyo (2006:105) Rehabilitas merupakan pemulihan kesehatan jiwa & raga yang ditunjukan kepada para pecandu narkoba yang telah menjalani program kuratif. Adapun tujuannya yakni supaya pecandu tidak memakai lagi dan bebas dari penyakit seperti kerusakan fisik (syaraf, otak, paru-paru, ginjal, hati dan lain-lain), rusaknya mental, perubahan karakter dari positif kearah yang negatif, anti social, penyakit-penyakit ikutan seperti HIV/AIDS, Hepatitis, sifilis, dan yang lainnya yang karenakan bekas pemakaian narkoba.Penanganan Awal Ketergantungan NarkobaKunci rehabilitasi narkoba adalah melakukannya secepat mungkin. Untuk itu diperlukan psikiater atau ahli adiksi yang dapat menangani masalah ketergantungan narkoba.Sebagaimana pecandu lain, pecandu narkoba seringkali menyangkal kondisinya dan sulit diminta untuk melakukan rehabilitasi. Biasanya dibutuhkan intervensi dari keluarga atau teman untuk memotivasi dan mendorong pengguna narkoba untuk mau menjalani rehabilitasi.Pengobatan medisPenanganan dengan obat-obatan akan dilakukan dalam pengawasan dokter, tergantung dari jenis narkoba yang digunakan. Pengguna narkoba jenis heroin atau morfin, akan diberikan terapi obat seperti methadone. Obat ini akan membantu mengurangi keinginan memakai narkoba.Obat jenis lain yang dapat digunakan untuk membantu rehabilitasi narkoba, adalah naltrexone. Namun, obat ini memiliki beberapa efek samping dan hanya diberikan pada pasien rawat jalan, setelah ia menerima pengobatan detoksifikasi. Naltrexone akan menghalangi efek narkoba berupa perasaan senang, bahagia, sehat, dan meredanya rasa sakit, serta mengurangi keinginan untuk mengonsumsi narkoba.KonselingKonseling merupakan bagian penting dalam mengobati penyalahgunaan narkoba. Konseling yang dilakukan oleh konselor terhadap pengguna narkoba dalam rehabilitasi akan membantu si pengguna mengenali masalah atau perilaku yang memicu ketergantungan tersebut. Konseling biasanya dilakukan secara individu. Meski demikian, tak tertutup kemungkinan untuk melakukan konseling secara berkelompok.Konseling bertujuan untuk membantu program pemulihan, seperti memulai kembali perilaku hidup sehat ataupun strategi menghadapi situasi yang berisiko penggunaan narkoba kembali terulang. Konselor bertanggung jawab untuk memahami bagaimana kecanduan narkoba pada seseorang secara keseluruhan, sekaligus memahami lingkungan sosial yang ada di sekitarnya untuk mencegah terulangnya penyalahgunaan narkoba.Penanganan untuk mengatasi dampak ketergantungan narkoba perlu melibatkan berbagai aspek lainnya, seperti aspek sosial dan dukungan moral dari orang terdekat dan lingkungan sekitar. Tak jarang pecandu narkoba dapat kembali beraktivitas normal dan menjalani hidup dengan lebih baik setelah menjalani penanganan medis, ditambah dukungan moral dan sosial yang baik.Bantuan RehabilitasiBantuan rehabilitasi bagi para pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia merujuk pada Peraturan Bersama tentang Penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke dalam Lembaga Rehabilitasi yang diterbitkan pada tahun 2014. Bantuan rehabilitasi juga merujuk pada Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2011.Kedua peraturan ini memastikan para pengguna narkoba mendapatkan layanan rehabilitasi yang diperlukan dan tidak lagi ditempatkan sebagai pelaku tindak pidana atau kriminal.Mereka dapat melaporkan diri pada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) resmi yang tersebar di seluruh Indonesia, yang terdiri dari Rumah Sakit, Puskesmas, serta Lembaga Rehabilitasi Medis, baik milik pemerintah atau swasta. Sejak diresmikan pada tahun 2011, kini jumlah IPWL di seluruh Indonesia sudah mencapai 274 institusi.Seluruh IPWL yang tersedia memiliki kemampuan melakukan rehabilitasi medis, termasuk terapi untuk menangani gejala, program detoksifikasi, terapi penyakit komplikasi, maupun  konseling. Sedangkan IPWL berbasis rumah sakit, juga dapat memberikan rehabilitasi medis yang memerlukan rawat inap.Tahapan Rehabilitasi MedisAda tiga tahap rehabilitasi narkoba yang harus dijalani, yaitu:
  • Tahap pertama, tahap rehabilitasi medis (detoksifikasi), yaitu proses di mana pecandu menghentikan penyalahgunaan narkoba di bawah pengawasan dokter untuk mengurangi gejala putus zat (sakau). Pada tahap ini pecandu narkoba perlu mendapat pemantauan di rumah sakit oleh dokter.
  • Tahap kedua, tahap rehabilitasi non medis, yaitu dengan berbagai program di tempat rehabilitasi, misalnya program therapeutic communities (TC), pendekatan keagamaan, atau dukungan moral dan sosial.
  • Tahap ketiga, tahap bina lanjut, yang akan memberikan kegiatan sesuai minat dan bakat. Pecandu yang sudah berhasil melewati tahap ini dapat kembali ke masyarakat, baik untuk bersekolah atau kembali bekerja.
Permohonan rehabilitasi narkoba dapat dilakukan melalui situs daring milik Badan Narkotika Nasional (BNN).Ada beberapa syarat  yang perlu dipenuhi sebelum seseorang dapat menjalani program rehabilitasi narkoba tersebut, antara lain kelengkapan surat permohonan rehabilitasi, hasil tes urine, hasil pemeriksaan medis secara keseluruhan, kesediaan orang tua atau wali yang dapat mewakili, dan persyaratan administratif lainnya.Indonesia juga telah memiliki beberapa rumah sakit khusus penanggulangan narkoba, di antaranya Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) yang berada di kawasan Jakarta Timur. Rumah sakit yang didirikan tahun 1972 itu memang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, yang secara khusus memberikan layanan kesehatan di bidang penyalahgunaan narkoba.Yang  perlu dipahami, proses  melepaskan diri dari narkoba untuk penggunanya tidaklah mudah. Selain menjalani rehabilitasi narkoba, mereka juga membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat agar dapat kembali menjalani hidup sehat dan produktif. Jika Anda atau orang yang Anda kenal sedang berjuang untuk melawan ketergantungan narkoba, jangan ragu untuk berkonsultasi ke psikiater.Referensi:https://www.alodokter.com/tahapan-rehabilitasi-narkobahttps://materibelajar.co.id/pengertian-rehabilitasi-menurut-para-ahli/https://id.wikipedia.org/wiki/Rehabilitasi_medis 


Rabu, 12 Februari 2020

Narkotika dan Jenis Narkotika Terpopuler di Indonesia

http://tasikmalayakota.bnn.go.id, Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika adalah:

  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, tetapi setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem saraf pusat, seperti:
  • Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.
Sedangkan Menurut Kurniawan (2008), pengertian narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati, dan perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.Wresniwiro didalam Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya (1999), mengungkapkan  pengertian dari narkoba adalah zat atau obat yang bisa menyebabkan ketidaksadaran atau pembiusan, karena zat-zat tersebut bekerja dengan mempengaruhi saraf pusat manusia.Selain diketahui bahwa narkoba menurut para ahli, dikenal juga narkoba menurut bahasa yaitu narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang dan zat adiktif. Sehingga Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan istilah tersebut sebagai Napza merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif. Narkoba memiliki kepanjangan yakni narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang, dan zat adiktif.Berikut merupan contoh  dan dampak dari beberapa jenis Narkotika:
  1. GANJA
Nama lain: cimeng, marijuana, gele, pocongMarijuana adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan bunga, batang, biji dan daun kering dari tanaman ganja, Cannabis sativa, tanaman yang mengandung zat pengubah akal sehat delta-9 tetrahydrocannabiol (THC) dan senyawa lain yang terkait.Marijuana adalah narkotika yang paling umum digunakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hasil survey oleh BNN menemukan bahwa pengguna ganja di tingkat pekerja sebanyak 956.002 orang, pelajar sebanyak 565.598 orang, dan rumah tangga sebanyak 460.039 orang.Orang-orang menggunakan ganja kering/marijuana dengan memasukannya ke dalam lintingan rokok atau ke dalam pipa (bong). Mereka juga terkadang mengosongkan tembakau pada rokok dan diisi dengan marijuana. Guna menghindari asap yang dihasilkan, banyak orang yang menggunakan alat penguap (vaporizer) yang juga sering disebut bong. Alat ini dapat menarik zat-zat aktif, termasuk THC dari ganja dan mengumpulkan uap di unit penyimpanan. Seseorang yang menggunakan narkotika jenis ini kemudian akan menghirup uapnya, bukan menghirup asapnya.Efek ganja jangka pendekKetika seseorang merokok ganja, THC akan cepat melewati paru-paru menuju aliran darah. Darah akan membawa bahan kimia tersebut ke otak dan organ-organ lain di seluruh tubuh. Tubuh akan menyerap THC lebih lambat ketika terdapat aktivitas makan atau minum. Oleh karena itu, pada umumnya pengguna akan merasakan efeknya setelah 30 menit hingga 1 jam setelah pemakaian.THC bekerja pada reseptor sel otak tertentu yang biasanya akan bereaksi terhadap zat alami yang mirip dengan THC di dalam otak. Zat-zat tersebut memiliki peran dalam perkembangan dan fungsi otak. Ganja akan memaksakan fungsi bagian otak yang mengandung jumlah tertinggi pada reseptor tersebut. Hal ini akan menyebabkan pengguna merasakan “high” dan mengalami beberapa efek lainnya, seperti:
  • Perubahan kesadaran terhadap waktu
  • Perubahan suasana hati
  • Gerakan tubuh terganggu
  • Kesulitan berpikir dan memecahkan masalah
  • Gangguan terhadap daya ingat
Efek ganja jangka panjangKetika seorang menggunakan ganja, maka ia akan merasakan penurunan daya pikir, memori, dan fungsi belajar serta memengaruhi kinerja otak. Efek ganja pada masalah tersebut akan betahan lama atau bahkan permanen. Selain itu, jika digunakan dalam jangka panjang dan dosis yang tinggi, ganja juga dapat menyebabkan efek fisik dan mental seperti:
  • Gangguan pernapasan. Asap ganja dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru yang memicu batuk berdahak, sakit paru-paru hingga infeksi paru-paru.
  • Meningkatkan denyut jantung. Marijuana dapat meningkatkan denyut jantung setelah 3 jam merokok. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung.
  • Gangguan pada bayi. Penggunaan ganja semasa kehamilan dapat memengaruhi otak dan perilaku pada bayi.
  • Halusinasi, paranoia dan berpikir secara tidak teratur.
  • Pemakaian marijuana yang berkepanjangan dapat memengaruhi mental seseorang.
  1. Shabu
Nama lain: meth, metamfetamin, kristal, kapur, esMethamphetamine atau yang biasa kita kenal sebagai shabu adalah stimultan obat yang sangat adiktif, yang secara kimiawi mirip dengan amfetamine. Bentuknya putih, tidak berbau, pahit dan seperti kristal. Hasil survey BNN memperlihatkan shabu sebagai narkotika peringkat 2 yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat, yaitu 419.448 orang pekerja, 151.548 orang pelajar dan 189.799 orang rumah tangga.Shabu dapat dikonsumsi dengan cara dimakan, dimasukan ke dalam rokok, dihisap dan dilarutkan dengan air atau alkohol, lalu disuntikan ke tubuh. Merokok atau menyuntikan shabu dapat memberikan efek yang sangat cepat pada otak dan akan menghasilkan euforia yang intens. Karena euforia tersebut dapat memudar dengan cepat, maka pengguna sering memakainya berulang kali.Efek shabu jangka pendekSebagai stimulan yang kuat, shabu dalam dosis kecil sekalipun dapat meningkatkan insomnia dan menurunkan nafsu makan. Shabu juga dapat menyebabkan masalah jantung, termasuk detak jantung cepat, denyut jantung tak teratur, dan peningkatan tekanan darah.Shabu juga dapat meningkatkan jumlah neurotransmitter dopamine yang mengarah kepada tingginya tingkat kimia di otak. Dopamin terlibat dalam fingsi motorik terhadap rasa senang dan motivasi. Kemampuan shabu dalam melepasakan dopamin ke otak sangat pesat sehingga akan menghasilkan euforia mendadak dan singkat, sehingga para pengguna akan terus menambahkan dosisnya.Secara umum, berikut efek shabu jangka pendek:
  • Insomnia
  • Hilangnya nafsu makan
  • Euphoria dan sikap terburu-buru
  • Denyut jantung cepat dan tak teratur
  • Hipertermia
Efek shabu jangka panjangPenyalahgunaan shabu dalam jangka panjang dapat menyebabkan banyak efek negatif seperti kecanduan kronis yang disertai dengan perubahan fungsional dan molekul di dalam otak. Toleransi efek kegembiraan pada shabu akan muncul ketika digunakan berulang kali. Para pengguna akan selalu mengambil dosis yang lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang diinginkan, sehingga hidup mereka akan terikat/ketergantungan dengan obat tersebut. Ketika tidak mengonsumsi shabu, mereka akan mendapatkan gejala depresi, cemas, lelah, dan keinginan kuat untuk mengonsumsi obat.Selain itu, penggunaan shabu telah terbukti memiliki dampak negatif terhadap sel-sel otak non-saraf yang disebut mikroglia. Sel-sel ini mendukung kesehatan otak dengan melindungi otak dari agen-agen infeksi dan menghapus neuron yang rusak. Jika terdapat kerusakan pada sel tersebut maka hal ini dapat meningkatkan seseorang terkena stroke yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak. Sebuah studi terbaru bahkan menunjukkan kejadian yang lebih tinggi dari gangguan Parkinson antara mantan pengguna shabu.Berikut ini adalah efek shabu jangka panjang terhadap fisik dan mental:
  • Kecanduan
  • Efek psikologi seperti paranoia, halusinasi, dan aktivitas motorik berulang
  • Perubahan struktur dan fungsi otak
  • Menurunnya kemampuan berpikir dan kemampuan motorik
  • Melemahnya konsentrasi
  • Hilang ingatan
  • Perilaku agresif atau kekerasan
  • Gangguan suasana hati
  • Masalah gigi yang parah
  • Menurunnya berat badan
  1. Ekstasi
Nama lain: E, X, XTC, inexEkstasi adalah nama umum untuk 3,4-methylenedioxymethamphetamine (MDMA). Ekstasi adalah bahan kimia sintetis dengan efek kompleks yang meniru stimultan shabu dan senyawa halusinogen. Pada awalnya ekstasi dipatenkan oleh perusahaan farmasi Jerman, Merck, pada tahun 1910 dan digunakan sebagai obat untuk meningkatkan mood dan diet.Namun, pada tahun 1985, AS Drug Enforcement (DEA) melarang penggunaan obat ini karena potensinya sebagai agen perusak otak. Menurut BNN, shabu merupakan narkotika peringkat 3 yang paling sering dikonsumsi dengan jumlah pengguna sebanyak 302.444 orang pekerja, 140.614 orang rumah tangga dan 106.704 orang pelajar.Efek ekstasi jangka pendekPengguna biasanya akan merasakan efek ekstasi 30 menit setelah mengonsumsi. Beberapa efek ekstasi jangka pendek meliputi:
  • Menurunnya nafsu makan
  • Insomnia
  • Pusing dan demam
  • Kram otot
  • Tremor
  • Berkeringat dingin
  • Penglihatan buram
  • Meningkatnya denyut jantung
  • Tekanan darah meningkat
  • Menegangnya mulut, wajah dan dagu
Efek ekstasi jangka panjangPara peneliti percaya bahwa ekstasi dapat menyebabkan kebocoran serotonin di otak selama penggunaannya. Tanpa berfungsinya neurotransmitter, kondisi seperti depresi, kecemasan, insomnia dan kehilangan memori akan lebih mungkin terjadi. Kondisi ini akan dapat muncul dalam waktu yang lama, bahkan setelah penggunaan telah berakhir.Berikut adalah efek ekstasi jangka panjang terhadap psikologi dan fisik:
  • Meningkatkan kecanduan
  • Serangan panik
  • Insomnia
  • Linglung
  • Tidak mampu membedakan realita dan fantasi
  • Delusi paranoid
  • Depresi
  1. Heroin
Nama lain: putaw, bedak, etepHeroin atau putaw adalah narkotika sangat adiktif yang diproses dari morfin, yaitu zat alami yang dari ekstrak benih biji tanaman poppy varietas tertentu. Heroin biasa dijual dengan berbentuk serbuk putih atau kecoklatan yang telah dicampur dengan gula, pati, susu bubuk atau kina. Heroin yang murni berbentuk serbuk putih yang sangat pahit dan biasanya berasal dari Amerika Selatan.Ada juga black tar heroin yang bentuknya lengket dan keras, biasanya diproduksi di Meksiko dan dijual di Amerika di bagian barat sungai Mississippi 3. Warna gelap berasal dari hasil campuran antara heroin dan tar hitam sisa dari metode pengolahan minyak mentah. Menurut hasil survey BNN, Heroin merupakan jenis narkotika peringkat ke-4 yang paling banyak dikonsumsi, dengan jumlah pengguna sebanyak 33.358 orang rumah tangga, 32.782 orang pekerja dan 29.838 orang pelajar.Heroin biasanya digunakan dengan dihisap, dimasukkan ke dalam rokok atau dicairkan dengan memanaskannya di atas sendok lalu disuntikkan ke pembuluh darah, otot, atau di bawah kulit.Efek heroin jangka pendekSetelah heroin masuk ke dalam otak, ia akan berubah menjadi morfin dan mengikat dengan cepat ke reseptor opiad. Pengguna biasanya merasakan sensasi kegembiraan secara terburu-buru. Akan tetapi, intensitas kegembiraan yang dirasakan pengguna tergantung dari banyaknya jumlah obat yang dikonsumsi.Berikut ini adalah efek heroin jangka pendek:
  • Demam
  • Mulut kering
  • Mual
  • Gatal
  • Fungsi jantung melambat
  • Pernapasan melambat
  • Kerusakan otak permanen
  • Koma
Efek heroin jangka panjangNarkotika ini dapat mengubah struktur fisik serta fisiologi otak yang dapat menyebabkan sistem saraf dan hormon menjadi tidak seimbang dalam jangka waktu lama. Penelitian menunjukkan bahwa kerusakan otak akibat heroin dapat memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan, berperilaku, dan tanggapan pada situasi stres.Selain itu, berikut efek heroin jangka panjang terhadap tubuh:
  • Penurunan kesehatan gigi, ditandai dengan gigi yang rusak dan gusi bengkak
  • Rentan terhadap berbagai penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya menurun
  • Tubuh menjadi lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Nafsu makan yang buruk dan kekurangan gizi
  • Insomnia
  • Penurunan fungsi seksual
  • Kerusakan hati atau ginjal secara permanen
  • Infeksi katup jantung
  • Keguguran
  • Kecanduan yang menyebabkan kematian
     Daftar Pustaka BukuKurniawan. 2008. Bahaya Narkoba dan Alkohol. Bandung: NuansaWresniwiro, M. 1999. Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya. Jakarta, Yayasan Mitra Bintibmas.Daftar Pustaka Websitehttps://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/narkoba-terpopuler-di-indonesia-apa-efeknya-pada-tubuh/https://id.wikipedia.org/wiki/Narkoba


Selasa, 28 Januari 2020

Sosialisasi Narkoba

Sosialisasi adalah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika adalah:

  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, tetapi setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem saraf pusat, seperti:
  • Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.
Sosialisasi narkoba pada kegiatan yang ada di BNNK Tasikmalaya ini merupakan hal yang sangat penting terutaman dalam hal pencegahan, tujuannya agar pihak BNN Kota Tasikmalaya dapat membagi pengalaman dan ilmu yang mereka miliki terkait bahaynya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba kepda masyarakat luas. (Sat)


Kamis, 9 Januari 2020

Menjadi Kegiatan Tetap di BNNK Tasikmalaya, Bimbingan Rohani Menjadi Modal Berharga Dalam Pemberantasan Narkoba

BNNK Tasikmalaya menganggap jika setiap individu yang ada di BNNK Tasikmalaya perlu di berikan bimbingan terutama bimbingan yang berkaitan dengan keagamaan, maka dari itu kegiatan bimbingan rohani yang ada di BNNK Tasikmalaya ini rutin dan tetap dilaksanakan.BNNK Tasikmalaya menganggap bahwa kita ini bekerja selain untuk Negara kita juga bekerja untuk agama, hal ini sama seperti yang disampaikan oleh (Musnamar 1995:5) yang mendefinisikan bimbingan rohani Islam sebagai "Proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat", hal ini senada juga disampaikan oleh (Anwar. 2007:22) "Bimbingan rohani adalah aktifitas yang bersifat membantu individu dalam mengembangkan iman, akal dan kemauan yang dikaruniakan Allah SWT, karena individu sendirilah yang perlu hidup sesuai tuntunan Allah agar mereka selamat yang pada akhirnya diharapkan agar individu memperoleh kebahagiaan yang sejati di dunia dan akhirat".Bimbingan rohani juga dilakukan agar para karyawan di BNNK tasikmalaya dapat menambah kecerdasan spritualnya, harapannya agar dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya tidak melenceng dari ketentuan agama dan ketentuan dari negara pendapat ini selaras dengan apa yang dikemukakan oleh  (Kurniawati, Utomo 2010:34) bimbingan rohani islam akan membentuk dan memaksimalkan kecerdasan spiritual. (Satria) 


Kamis, 9 Januari 2020

Menjadi Kegiatan Tetap di BNNK Tasikmalaya, Bimbingan Rohani Menjadi Modal Berharga Dalam Pemberantasan Narkoba

BNNK Tasikmalaya menganggap jika setiap individu yang ada di BNNK Tasikmalaya perlu di berikan bimbingan terutama bimbingan yang berkaitan dengan keagamaan, maka dari itu kegiatan bimbingan rohani yang ada di BNNK Tasikmalaya ini rutin dan tetap dilaksanakan.BNNK Tasikmalaya menganggap bahwa kita ini bekerja selain untuk Negara kita juga bekerja untuk agama, hal ini sama seperti yang disampaikan oleh (Musnamar 1995:5) yang mendefinisikan bimbingan rohani Islam sebagai "Proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat", hal ini senada juga disampaikan oleh (Anwar. 2007:22) "Bimbingan rohani adalah aktifitas yang bersifat membantu individu dalam mengembangkan iman, akal dan kemauan yang dikaruniakan Allah SWT, karena individu sendirilah yang perlu hidup sesuai tuntunan Allah agar mereka selamat yang pada akhirnya diharapkan agar individu memperoleh kebahagiaan yang sejati di dunia dan akhirat".Bimbingan rohani juga dilakukan agar para karyawan di BNNK tasikmalaya dapat menambah kecerdasan spritualnya, harapannya agar dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya tidak melenceng dari ketentuan agama dan ketentuan dari negara pendapat ini selaras dengan apa yang dikemukakan oleh  (Kurniawati, Utomo 2010:34) bimbingan rohani islam akan membentuk dan memaksimalkan kecerdasan spiritual. (Satria) 


Kamis, 19 Maret 2020

Apa Itu Sabu-Sabu?

https://tasikmalayakota.bnn.go.id/, Metamfetamina (metilamfetamina atau desoksiefedrin), disingkat met, dan dikenal di Indonesia sebagai sabu-sabu, adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Obat ini dipergunakan untuk kasus parah gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi dengan nama dagang Desoxyn, tetapi juga disalahgunakan sebagai narkotika. "Crystal meth" adalah bentuk kristal dari metamfetamina yang dapat dihisap lewat pipa.Penemuan metamfetamina berawal pada tahun 1871, ketika seorang ahli farmasi Jepang bernama Nagai Nagayoshi yang sedang melakukan riset di Universitas Humboldt, Berlin. Nagoyashi berhasil mengisolasi senyawa efedrina yang berfungsi sebagai stimulan dari tumbuhan Cina, Ephedra sinica. Awalnya efedrina diharpkan dapat membantu penderita asma, tetapi perusahaan Jerman, Merck, menolak untuk memproduksi obat tersebut karena efeknya yang tidak jauh berbeda dengan adrenalin. Hal ini memicu Nagayoshi untuk meningkatkan efek efedrina dan mengembangkannya menjadi metamfetamina. Sayangnya, Nagoyashi belum dapat menemukan aplikasi praktis metamfetamina dan obat ini akhirnya sempat dilupakan.Pada tahun 1919, seorang ahli kimia Jepang lainnya yang menuntut ilmu di Berlin, Akira Ogata, berhasil menemukan proses yang lebih mudah dan cepat untuk memproduksi kristal metamfetamina. Ogata menggunakan resep efedrina dari Nagoyashi dan menambahkannya dengan fosfor merah dan iodin. Resep tersebut kemudian dibeli oleh sebuah perusahaan farmasi Inggris bernama, Burroughs Wellcome & Co dan mulai dipasarkan di Eropa sebagai obat fisiatrik (gangguan kejiwaan). Pada tahun 1934, sebuah perusahaan farmasi Jerman bernama Temmler memproduksi metamfetamina untuk konsumsi publik dengan nama dagang Pervitin. Obat tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan konsentrasi dan tingkat kesadaran.Sabu-sabu mengandung berbagai zat yang buruk bagi tubuh. Dilansir dari Medical News Today, sabu-sabu yang dibuat secara ilegal biasanya mengandung kafein tinggi, talk, dan racun lainnya. Studi mengatakan, penggunaan sabu-sabu dapat menyebabkan perubahan struktural dan fungsional pada otak yang menyebabkan gangguan emosi dan memori. Sabu-sabu memberikan efek menyenangkan pada penggunanya. Ini bisa terjadi karena saat mengonsumsi sabu-sabu, tubuh akan melepaskan neurotransmiter dopamin dalam jumlah yang besar. Dopamin merupakan zat kimia yang dapat meningkatkan motivasi, kebahagiaan, dan kemampuan motorik.Zat ini akan bekerja pada bagian otak yang menyebabkan seseorang selalu tergoda untuk mengonsumsi lebih banyak sabu-sabu. Dalam banyak kasus 'pesta sabu', para penggunanya akan berpesta dengan hanya mengonsumsi sabu-sabu selama beberapa hari tanpa makan makanan apa pun. Efek dari menggunakan sabu-sabu adalah meningkatnya perhatian, meningkatnya aktivitas, cara bicara yang cepat, penurunan nafsu makan, berkurangnya rasa lelah, kehilangan kontrol diri, dan merasa euforia. Secara fisik, orang yang menggunakan sabu-sabu akan bernapas lebih cepat, jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur, suhu tubuh meningkat, dan tekanan darah tinggi.Orang-orang yang menggunakan sabu-sabu biasanya akan mengalami gejala psikis seperti paranoid, agresif, halusinasi baik pada penglihatan maupun pendengaran, gangguan mood, dan delusi. Penyakit yang Mungkin Muncul Akibat Konsumsi Sabu-Sabu Sabu-sabu tidak dilegalkan bukan tanpa alasan. Penggunaannya memunculkan berbagai risiko. Seseorang yang mengonsumsi sabu-sabu bisa terserang penyakit tertentu yang bisa menyebabkan kondisi kronis bahkan kematian. Menurut Medical News Today, penggunaan sabu-sabu meningkatkan risiko penyakit jantung seperti nyeri dada, detak jantung abnormal, serta tekanan darah tinggi.Hal ini akan mengarah pada diseksi aorta akut, serangan jantung, atau kematian jantung mendadak bahkan saat pertama kali seseorang menggunakannya. Kandungan zat berbahaya yang ada di dalam sabu-sabu juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kerusakan gigi dan gusi. Kerusakan ini sering disebut sebagai “meth mouth” atau pembusukan gigi yang mengharuskan penderitanya mencabut giginya. Sabu-sabu juga bisa menyebabkan efek neurologis yang tidak hilang meskipun seseorang berhenti menggunakannya. Peneliti mengatakan efek jangka panjang dari penggunaanya adalah dapat menyebabkan penyakit parkinson, yakni kondisi gangguan saraf yang memengaruhi saraf gerak. Selain itu penggunaan sabu-sabu dengan suntikan juga dapat meningkatkan risiko terserang penyakit menular tertentu seperti HIV dan hepatitis.

source:
https://id.wikipedia.org/wiki/Metamfetamina
https://tirto.id/efek-sabu-sabu-bagi-kesehatan-gangguan-emosi-hingga-kematian-eh4D



Selasa, 28 Januari 2020

Sosialisasi Narkoba

Sosialisasi adalah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika adalah:

  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, tetapi setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem saraf pusat, seperti:
  • Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.
Sosialisasi narkoba pada kegiatan yang ada di BNNK Tasikmalaya ini merupakan hal yang sangat penting terutaman dalam hal pencegahan, tujuannya agar pihak BNN Kota Tasikmalaya dapat membagi pengalaman dan ilmu yang mereka miliki terkait bahaynya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba kepda masyarakat luas. (Sat)


Rabu, 19 Februari 2020

Rehabilitasi Narkoba

Pada saat ini indonesia sudah mengumumkan bahwa akan selalu berperang menghadapi kejahatan narkotika baik peredarannya maupun penyalahgunaannya, tren narkotika di Indonesia mengalami peninggkatkan dan hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

  • Populasi penduduk yang meningkat
  • Ekonomi yang semakin buruk
  • Kebebasan akan pergaulan, terutama yang dihadapi oleh para kaula muda di Indonesia
Dari maraknya kasus narkotika di indonesia ini pemerintah berupaya semaksimal mungkin agar tidak bertambah lagi penyalahguna, terutama di kalangan remaja, karena remaja merupakan calon pempimpin dimasa yang akan datang.Hal yang dilakukan oleh pemerintah untuk menekan jumlah penyalahguna narkoba ialah terus melakukan pencegahan dengan cara sosialisasi dan edukasi yang mendalam kepada masyarakat, jika sudah berhadapan dengan penyalahguna narkotika maka para lembaga di Negeri ini sebisa mungkin untuk merehabilitasi mereka, terutama rehabilitasi yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan, hal ini dilakukan karena para penyalahguna itu hanya korban dari gelapnya kejahatan narkotika.Rehabilitasi adalah sebuah kegiatan ataupun proses untuk membantu para penderita yang mempunyai penyakit serius atau cacat yang memerlukan pengobatan medis untuk mencapai kemampuan fisik psikologis, dan sosial yang maksimal. Sumber lain menjelaskan bahwa Rehabilitasi adalah suatu program yang dijalankan yang berguna untuk membantu memulihkan orang yang memiliki penyakit kronis baik dari fisik ataupun psikologisnya. Gangguan fisik dan psikiatrik tidak hanya memerlukan tindakan medis khusus, tetapi juga membutuhkan sikap simpatik. Disini dokter harus melakukan pendekatan yang akan membantu penderita ataupun pasien untuk mengatasi gangguan fisik atau psikiatriknya dan menyadari potensi maksimal mereka baik secara fisik, psikiatrik, dan sosial di dunia luar yang nyata. Jenis pendakatan ini semakin dikenal dan membuat rehabilitasi menjadi bidang khusus yang terpisah di banyak rumah sakit. Waktu yang akan dijalankan untuk rehabilitasi juga menentukan perbedaan perawatan antar pasien ataupun penderita, dan pengobatan rawat jalan adalah program yang sangat bermanfaat bagi para pasien di tahap awal, khususnya bagi pasien yang kecanduan atau addiction. Penderita atapun pasien yang masuk pusat rehabilitasi biasanya menderita rendah diri atau kurangnya pandangan positif terhadap kehidupan, dan oleh sebab itu psikologi dalam terapi ini memainkan peranan yang besar dalam program rehabilitasi.Rehabilitasi menurut Undang-Undang Ialah pemulihan hak seseorang dalam kemampuan atau posisi semula yang diberikan oleh pengadilan. Menurut Pasal 1 ayat 22 KUHAP yang menjelaskan bahwa rehabilitasi merupakan hak seseorang untuk mendapatkan pemulihan haknya dalam kedudukan, harkat dan martabatnya yang diberikan pada tingkat penyidikan, peradilan karena ditangkap, dituntut atau diadili tanpa alasan yang berdasarkan Undang-Undang atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan menurut cara yang diatur dalam Undang-Undang ini sendiri.Sedangkaan Departemen Sosial menjelaksan jika Rehabilitas merupakan suatu proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan para penderita cacat sanggup melakukan fungsi-fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat.Hal senada juga di ungkapkan oelh Menurut Subagyo (2006:105) Rehabilitas merupakan pemulihan kesehatan jiwa & raga yang ditunjukan kepada para pecandu narkoba yang telah menjalani program kuratif. Adapun tujuannya yakni supaya pecandu tidak memakai lagi dan bebas dari penyakit seperti kerusakan fisik (syaraf, otak, paru-paru, ginjal, hati dan lain-lain), rusaknya mental, perubahan karakter dari positif kearah yang negatif, anti social, penyakit-penyakit ikutan seperti HIV/AIDS, Hepatitis, sifilis, dan yang lainnya yang karenakan bekas pemakaian narkoba.Penanganan Awal Ketergantungan NarkobaKunci rehabilitasi narkoba adalah melakukannya secepat mungkin. Untuk itu diperlukan psikiater atau ahli adiksi yang dapat menangani masalah ketergantungan narkoba.Sebagaimana pecandu lain, pecandu narkoba seringkali menyangkal kondisinya dan sulit diminta untuk melakukan rehabilitasi. Biasanya dibutuhkan intervensi dari keluarga atau teman untuk memotivasi dan mendorong pengguna narkoba untuk mau menjalani rehabilitasi.Pengobatan medisPenanganan dengan obat-obatan akan dilakukan dalam pengawasan dokter, tergantung dari jenis narkoba yang digunakan. Pengguna narkoba jenis heroin atau morfin, akan diberikan terapi obat seperti methadone. Obat ini akan membantu mengurangi keinginan memakai narkoba.Obat jenis lain yang dapat digunakan untuk membantu rehabilitasi narkoba, adalah naltrexone. Namun, obat ini memiliki beberapa efek samping dan hanya diberikan pada pasien rawat jalan, setelah ia menerima pengobatan detoksifikasi. Naltrexone akan menghalangi efek narkoba berupa perasaan senang, bahagia, sehat, dan meredanya rasa sakit, serta mengurangi keinginan untuk mengonsumsi narkoba.KonselingKonseling merupakan bagian penting dalam mengobati penyalahgunaan narkoba. Konseling yang dilakukan oleh konselor terhadap pengguna narkoba dalam rehabilitasi akan membantu si pengguna mengenali masalah atau perilaku yang memicu ketergantungan tersebut. Konseling biasanya dilakukan secara individu. Meski demikian, tak tertutup kemungkinan untuk melakukan konseling secara berkelompok.Konseling bertujuan untuk membantu program pemulihan, seperti memulai kembali perilaku hidup sehat ataupun strategi menghadapi situasi yang berisiko penggunaan narkoba kembali terulang. Konselor bertanggung jawab untuk memahami bagaimana kecanduan narkoba pada seseorang secara keseluruhan, sekaligus memahami lingkungan sosial yang ada di sekitarnya untuk mencegah terulangnya penyalahgunaan narkoba.Penanganan untuk mengatasi dampak ketergantungan narkoba perlu melibatkan berbagai aspek lainnya, seperti aspek sosial dan dukungan moral dari orang terdekat dan lingkungan sekitar. Tak jarang pecandu narkoba dapat kembali beraktivitas normal dan menjalani hidup dengan lebih baik setelah menjalani penanganan medis, ditambah dukungan moral dan sosial yang baik.Bantuan RehabilitasiBantuan rehabilitasi bagi para pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia merujuk pada Peraturan Bersama tentang Penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke dalam Lembaga Rehabilitasi yang diterbitkan pada tahun 2014. Bantuan rehabilitasi juga merujuk pada Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2011.Kedua peraturan ini memastikan para pengguna narkoba mendapatkan layanan rehabilitasi yang diperlukan dan tidak lagi ditempatkan sebagai pelaku tindak pidana atau kriminal.Mereka dapat melaporkan diri pada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) resmi yang tersebar di seluruh Indonesia, yang terdiri dari Rumah Sakit, Puskesmas, serta Lembaga Rehabilitasi Medis, baik milik pemerintah atau swasta. Sejak diresmikan pada tahun 2011, kini jumlah IPWL di seluruh Indonesia sudah mencapai 274 institusi.Seluruh IPWL yang tersedia memiliki kemampuan melakukan rehabilitasi medis, termasuk terapi untuk menangani gejala, program detoksifikasi, terapi penyakit komplikasi, maupun  konseling. Sedangkan IPWL berbasis rumah sakit, juga dapat memberikan rehabilitasi medis yang memerlukan rawat inap.Tahapan Rehabilitasi MedisAda tiga tahap rehabilitasi narkoba yang harus dijalani, yaitu:
  • Tahap pertama, tahap rehabilitasi medis (detoksifikasi), yaitu proses di mana pecandu menghentikan penyalahgunaan narkoba di bawah pengawasan dokter untuk mengurangi gejala putus zat (sakau). Pada tahap ini pecandu narkoba perlu mendapat pemantauan di rumah sakit oleh dokter.
  • Tahap kedua, tahap rehabilitasi non medis, yaitu dengan berbagai program di tempat rehabilitasi, misalnya program therapeutic communities (TC), pendekatan keagamaan, atau dukungan moral dan sosial.
  • Tahap ketiga, tahap bina lanjut, yang akan memberikan kegiatan sesuai minat dan bakat. Pecandu yang sudah berhasil melewati tahap ini dapat kembali ke masyarakat, baik untuk bersekolah atau kembali bekerja.
Permohonan rehabilitasi narkoba dapat dilakukan melalui situs daring milik Badan Narkotika Nasional (BNN).Ada beberapa syarat  yang perlu dipenuhi sebelum seseorang dapat menjalani program rehabilitasi narkoba tersebut, antara lain kelengkapan surat permohonan rehabilitasi, hasil tes urine, hasil pemeriksaan medis secara keseluruhan, kesediaan orang tua atau wali yang dapat mewakili, dan persyaratan administratif lainnya.Indonesia juga telah memiliki beberapa rumah sakit khusus penanggulangan narkoba, di antaranya Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) yang berada di kawasan Jakarta Timur. Rumah sakit yang didirikan tahun 1972 itu memang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, yang secara khusus memberikan layanan kesehatan di bidang penyalahgunaan narkoba.Yang  perlu dipahami, proses  melepaskan diri dari narkoba untuk penggunanya tidaklah mudah. Selain menjalani rehabilitasi narkoba, mereka juga membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat agar dapat kembali menjalani hidup sehat dan produktif. Jika Anda atau orang yang Anda kenal sedang berjuang untuk melawan ketergantungan narkoba, jangan ragu untuk berkonsultasi ke psikiater.Referensi:https://www.alodokter.com/tahapan-rehabilitasi-narkobahttps://materibelajar.co.id/pengertian-rehabilitasi-menurut-para-ahli/https://id.wikipedia.org/wiki/Rehabilitasi_medis 


Rabu, 12 Februari 2020

Narkotika dan Jenis Narkotika Terpopuler di Indonesia

http://tasikmalayakota.bnn.go.id, Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika adalah:

  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, tetapi setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem saraf pusat, seperti:
  • Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.
Sedangkan Menurut Kurniawan (2008), pengertian narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati, dan perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.Wresniwiro didalam Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya (1999), mengungkapkan  pengertian dari narkoba adalah zat atau obat yang bisa menyebabkan ketidaksadaran atau pembiusan, karena zat-zat tersebut bekerja dengan mempengaruhi saraf pusat manusia.Selain diketahui bahwa narkoba menurut para ahli, dikenal juga narkoba menurut bahasa yaitu narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang dan zat adiktif. Sehingga Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan istilah tersebut sebagai Napza merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif. Narkoba memiliki kepanjangan yakni narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang, dan zat adiktif.Berikut merupan contoh  dan dampak dari beberapa jenis Narkotika:
  1. GANJA
Nama lain: cimeng, marijuana, gele, pocongMarijuana adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan bunga, batang, biji dan daun kering dari tanaman ganja, Cannabis sativa, tanaman yang mengandung zat pengubah akal sehat delta-9 tetrahydrocannabiol (THC) dan senyawa lain yang terkait.Marijuana adalah narkotika yang paling umum digunakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hasil survey oleh BNN menemukan bahwa pengguna ganja di tingkat pekerja sebanyak 956.002 orang, pelajar sebanyak 565.598 orang, dan rumah tangga sebanyak 460.039 orang.Orang-orang menggunakan ganja kering/marijuana dengan memasukannya ke dalam lintingan rokok atau ke dalam pipa (bong). Mereka juga terkadang mengosongkan tembakau pada rokok dan diisi dengan marijuana. Guna menghindari asap yang dihasilkan, banyak orang yang menggunakan alat penguap (vaporizer) yang juga sering disebut bong. Alat ini dapat menarik zat-zat aktif, termasuk THC dari ganja dan mengumpulkan uap di unit penyimpanan. Seseorang yang menggunakan narkotika jenis ini kemudian akan menghirup uapnya, bukan menghirup asapnya.Efek ganja jangka pendekKetika seseorang merokok ganja, THC akan cepat melewati paru-paru menuju aliran darah. Darah akan membawa bahan kimia tersebut ke otak dan organ-organ lain di seluruh tubuh. Tubuh akan menyerap THC lebih lambat ketika terdapat aktivitas makan atau minum. Oleh karena itu, pada umumnya pengguna akan merasakan efeknya setelah 30 menit hingga 1 jam setelah pemakaian.THC bekerja pada reseptor sel otak tertentu yang biasanya akan bereaksi terhadap zat alami yang mirip dengan THC di dalam otak. Zat-zat tersebut memiliki peran dalam perkembangan dan fungsi otak. Ganja akan memaksakan fungsi bagian otak yang mengandung jumlah tertinggi pada reseptor tersebut. Hal ini akan menyebabkan pengguna merasakan “high” dan mengalami beberapa efek lainnya, seperti:
  • Perubahan kesadaran terhadap waktu
  • Perubahan suasana hati
  • Gerakan tubuh terganggu
  • Kesulitan berpikir dan memecahkan masalah
  • Gangguan terhadap daya ingat
Efek ganja jangka panjangKetika seorang menggunakan ganja, maka ia akan merasakan penurunan daya pikir, memori, dan fungsi belajar serta memengaruhi kinerja otak. Efek ganja pada masalah tersebut akan betahan lama atau bahkan permanen. Selain itu, jika digunakan dalam jangka panjang dan dosis yang tinggi, ganja juga dapat menyebabkan efek fisik dan mental seperti:
  • Gangguan pernapasan. Asap ganja dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru yang memicu batuk berdahak, sakit paru-paru hingga infeksi paru-paru.
  • Meningkatkan denyut jantung. Marijuana dapat meningkatkan denyut jantung setelah 3 jam merokok. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung.
  • Gangguan pada bayi. Penggunaan ganja semasa kehamilan dapat memengaruhi otak dan perilaku pada bayi.
  • Halusinasi, paranoia dan berpikir secara tidak teratur.
  • Pemakaian marijuana yang berkepanjangan dapat memengaruhi mental seseorang.
  1. Shabu
Nama lain: meth, metamfetamin, kristal, kapur, esMethamphetamine atau yang biasa kita kenal sebagai shabu adalah stimultan obat yang sangat adiktif, yang secara kimiawi mirip dengan amfetamine. Bentuknya putih, tidak berbau, pahit dan seperti kristal. Hasil survey BNN memperlihatkan shabu sebagai narkotika peringkat 2 yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat, yaitu 419.448 orang pekerja, 151.548 orang pelajar dan 189.799 orang rumah tangga.Shabu dapat dikonsumsi dengan cara dimakan, dimasukan ke dalam rokok, dihisap dan dilarutkan dengan air atau alkohol, lalu disuntikan ke tubuh. Merokok atau menyuntikan shabu dapat memberikan efek yang sangat cepat pada otak dan akan menghasilkan euforia yang intens. Karena euforia tersebut dapat memudar dengan cepat, maka pengguna sering memakainya berulang kali.Efek shabu jangka pendekSebagai stimulan yang kuat, shabu dalam dosis kecil sekalipun dapat meningkatkan insomnia dan menurunkan nafsu makan. Shabu juga dapat menyebabkan masalah jantung, termasuk detak jantung cepat, denyut jantung tak teratur, dan peningkatan tekanan darah.Shabu juga dapat meningkatkan jumlah neurotransmitter dopamine yang mengarah kepada tingginya tingkat kimia di otak. Dopamin terlibat dalam fingsi motorik terhadap rasa senang dan motivasi. Kemampuan shabu dalam melepasakan dopamin ke otak sangat pesat sehingga akan menghasilkan euforia mendadak dan singkat, sehingga para pengguna akan terus menambahkan dosisnya.Secara umum, berikut efek shabu jangka pendek:
  • Insomnia
  • Hilangnya nafsu makan
  • Euphoria dan sikap terburu-buru
  • Denyut jantung cepat dan tak teratur
  • Hipertermia
Efek shabu jangka panjangPenyalahgunaan shabu dalam jangka panjang dapat menyebabkan banyak efek negatif seperti kecanduan kronis yang disertai dengan perubahan fungsional dan molekul di dalam otak. Toleransi efek kegembiraan pada shabu akan muncul ketika digunakan berulang kali. Para pengguna akan selalu mengambil dosis yang lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang diinginkan, sehingga hidup mereka akan terikat/ketergantungan dengan obat tersebut. Ketika tidak mengonsumsi shabu, mereka akan mendapatkan gejala depresi, cemas, lelah, dan keinginan kuat untuk mengonsumsi obat.Selain itu, penggunaan shabu telah terbukti memiliki dampak negatif terhadap sel-sel otak non-saraf yang disebut mikroglia. Sel-sel ini mendukung kesehatan otak dengan melindungi otak dari agen-agen infeksi dan menghapus neuron yang rusak. Jika terdapat kerusakan pada sel tersebut maka hal ini dapat meningkatkan seseorang terkena stroke yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak. Sebuah studi terbaru bahkan menunjukkan kejadian yang lebih tinggi dari gangguan Parkinson antara mantan pengguna shabu.Berikut ini adalah efek shabu jangka panjang terhadap fisik dan mental:
  • Kecanduan
  • Efek psikologi seperti paranoia, halusinasi, dan aktivitas motorik berulang
  • Perubahan struktur dan fungsi otak
  • Menurunnya kemampuan berpikir dan kemampuan motorik
  • Melemahnya konsentrasi
  • Hilang ingatan
  • Perilaku agresif atau kekerasan
  • Gangguan suasana hati
  • Masalah gigi yang parah
  • Menurunnya berat badan
  1. Ekstasi
Nama lain: E, X, XTC, inexEkstasi adalah nama umum untuk 3,4-methylenedioxymethamphetamine (MDMA). Ekstasi adalah bahan kimia sintetis dengan efek kompleks yang meniru stimultan shabu dan senyawa halusinogen. Pada awalnya ekstasi dipatenkan oleh perusahaan farmasi Jerman, Merck, pada tahun 1910 dan digunakan sebagai obat untuk meningkatkan mood dan diet.Namun, pada tahun 1985, AS Drug Enforcement (DEA) melarang penggunaan obat ini karena potensinya sebagai agen perusak otak. Menurut BNN, shabu merupakan narkotika peringkat 3 yang paling sering dikonsumsi dengan jumlah pengguna sebanyak 302.444 orang pekerja, 140.614 orang rumah tangga dan 106.704 orang pelajar.Efek ekstasi jangka pendekPengguna biasanya akan merasakan efek ekstasi 30 menit setelah mengonsumsi. Beberapa efek ekstasi jangka pendek meliputi:
  • Menurunnya nafsu makan
  • Insomnia
  • Pusing dan demam
  • Kram otot
  • Tremor
  • Berkeringat dingin
  • Penglihatan buram
  • Meningkatnya denyut jantung
  • Tekanan darah meningkat
  • Menegangnya mulut, wajah dan dagu
Efek ekstasi jangka panjangPara peneliti percaya bahwa ekstasi dapat menyebabkan kebocoran serotonin di otak selama penggunaannya. Tanpa berfungsinya neurotransmitter, kondisi seperti depresi, kecemasan, insomnia dan kehilangan memori akan lebih mungkin terjadi. Kondisi ini akan dapat muncul dalam waktu yang lama, bahkan setelah penggunaan telah berakhir.Berikut adalah efek ekstasi jangka panjang terhadap psikologi dan fisik:
  • Meningkatkan kecanduan
  • Serangan panik
  • Insomnia
  • Linglung
  • Tidak mampu membedakan realita dan fantasi
  • Delusi paranoid
  • Depresi
  1. Heroin
Nama lain: putaw, bedak, etepHeroin atau putaw adalah narkotika sangat adiktif yang diproses dari morfin, yaitu zat alami yang dari ekstrak benih biji tanaman poppy varietas tertentu. Heroin biasa dijual dengan berbentuk serbuk putih atau kecoklatan yang telah dicampur dengan gula, pati, susu bubuk atau kina. Heroin yang murni berbentuk serbuk putih yang sangat pahit dan biasanya berasal dari Amerika Selatan.Ada juga black tar heroin yang bentuknya lengket dan keras, biasanya diproduksi di Meksiko dan dijual di Amerika di bagian barat sungai Mississippi 3. Warna gelap berasal dari hasil campuran antara heroin dan tar hitam sisa dari metode pengolahan minyak mentah. Menurut hasil survey BNN, Heroin merupakan jenis narkotika peringkat ke-4 yang paling banyak dikonsumsi, dengan jumlah pengguna sebanyak 33.358 orang rumah tangga, 32.782 orang pekerja dan 29.838 orang pelajar.Heroin biasanya digunakan dengan dihisap, dimasukkan ke dalam rokok atau dicairkan dengan memanaskannya di atas sendok lalu disuntikkan ke pembuluh darah, otot, atau di bawah kulit.Efek heroin jangka pendekSetelah heroin masuk ke dalam otak, ia akan berubah menjadi morfin dan mengikat dengan cepat ke reseptor opiad. Pengguna biasanya merasakan sensasi kegembiraan secara terburu-buru. Akan tetapi, intensitas kegembiraan yang dirasakan pengguna tergantung dari banyaknya jumlah obat yang dikonsumsi.Berikut ini adalah efek heroin jangka pendek:
  • Demam
  • Mulut kering
  • Mual
  • Gatal
  • Fungsi jantung melambat
  • Pernapasan melambat
  • Kerusakan otak permanen
  • Koma
Efek heroin jangka panjangNarkotika ini dapat mengubah struktur fisik serta fisiologi otak yang dapat menyebabkan sistem saraf dan hormon menjadi tidak seimbang dalam jangka waktu lama. Penelitian menunjukkan bahwa kerusakan otak akibat heroin dapat memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan, berperilaku, dan tanggapan pada situasi stres.Selain itu, berikut efek heroin jangka panjang terhadap tubuh:
  • Penurunan kesehatan gigi, ditandai dengan gigi yang rusak dan gusi bengkak
  • Rentan terhadap berbagai penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya menurun
  • Tubuh menjadi lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Nafsu makan yang buruk dan kekurangan gizi
  • Insomnia
  • Penurunan fungsi seksual
  • Kerusakan hati atau ginjal secara permanen
  • Infeksi katup jantung
  • Keguguran
  • Kecanduan yang menyebabkan kematian
     Daftar Pustaka BukuKurniawan. 2008. Bahaya Narkoba dan Alkohol. Bandung: NuansaWresniwiro, M. 1999. Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya. Jakarta, Yayasan Mitra Bintibmas.Daftar Pustaka Websitehttps://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/narkoba-terpopuler-di-indonesia-apa-efeknya-pada-tubuh/https://id.wikipedia.org/wiki/Narkoba


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA BARAT

230

Total Kasus Narkoba

330

Total Tersangka Kasus Narkoba

461

Total Pasien Penyalahgunaan

1,441

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

1,850,207

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait